Sebagian besar orang mengira bahwa era modern adalah era keika tekhnologi mampu menguasai kehidupan bermasyarakat. Ada juga yang berpendapat bahwa era modern adalah era yang digambarkan dengan kemajuan dan kemudahan manusia dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Ya, memang semua pendapat tersebut didukung oleh realita yang sekarang ini mudah sekali ditemui. Aristoteles mengemukakan bahwa Every man has by nature desire to know, yang berarti manusia pada hakekatya selalu ingin tahu, dan akhirnya hal inilah yang mendasari bahwa manusia dari zaman dahulu hingga sekarang berusaha mencari tahu hal apa saja yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Berkat kemajuan nzaman yang terus-menerus berubah senakin lama semakin maju, akhirnya munculah sebuah istilah baru untuk menggambarkan sesuatu yang selama ini dicari manusia demi memenuhi hasrat keingintahuannya tersebut, yaitu informasi.
Tidak hanya itu saja, kemunculan papan informasi di
tempat-tempat umum akhirnya memicu munculnya para Diurnarii, yaitu orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan
tentang hasil rapat senat dari papan Acta
Diurna. Mereka juga bersedia melakukan “peliputan berita” untuk para tuan tanah
dan para hartawan. Dari kata Acta Diurna
inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal, yakni kata Diurnal dalam Bahasa Latin yang berarti harian atau setiap hari dn
kemudian diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi Du Jour dan bahasa Inggris Journal
yang berarti hari, catatan harian, atau laporan. Dari kata Diurnarii muncul kata Diurnalis
dan Journalist (wartawan).
Seiring
berkembangnya zaman, banyak media yang mulai dipakai untuk mempublikasikan
informasi dan berita, mulai dari media cetak yang berkembang menjadi koran, majalah, buletin, tabloid, dsb, dan
media elektronik, seperti TV, radio, internet, dan lain sebagainya. Dengan
semakin canggihnya tekhnologi saat ini, seluruh berita dan informasi menjadi
semakin lebih mudah. Itulah sebabnya para jurnalis saat ini, tidak hanya
terbatas pada media pemberitaan melalui media cetak, maupun elektronik saja,
tapi juga jurnalis online. Bahkan sekarang ini semua orang bisa menjadi seorang
jurnalis tanpa harus menjadi seorang wartawan. Akibat begitu banyaknya media TV
dan online yang menggelar sayembara untuk menulis berita dan membagikan berita
tersebut pada media umum, memunculkan para jurnalisme warga atau citizen journalist. Para citizen journalist tidak harus memiliki kartu pers dalam peliputan
berita yang mereka lakukan. Cukup berbekal handphone canggih dan kamera, serta
alat-alat lain yang mendukung, merekapun sudah bisa ikut serta membagikan
berita kepada khalayak umum.
JOURNALISM
An Individual
Assignment
Yora Yalu Setio
Wibowo Sasongko
(21412010)

Supervised by
Yupi Apridayani, S.Sos
ENGLISH DEPARTMENT
THE CATHOLIC UNIVERSITY OF WIDYA
MANDALA
MADIUN
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar