Hai, hai,, the readers sekalian..!! Akhirnya setelah
beberapa lama berhenti dari kegiatan blog, sekarang bisa kembali lagi dengan
membawa materi baru yang akan kita bahas bersama-sama. Sebenernya nggak ada pikiran
sama sekali mau nulis bahan ini, soalnya ini materi kuliah saya di semester
awal dan bisa dibilang hampir lupa, hehehe :D Lho tapi kok tiba-tiba posting juga??
Hahaha jadi ceritanya gini gan, kemaren Senin itu kebetulan ane ada jadwal
ujian perbaikan (maklum, nilai pas-pasan, gan:D hahaha), nah berhubung ane
dateng kepagian, akhirnya ane mutusin buat liat-liat papan pengumuman di
kampus, siapa tau ada nilai baru yang udah keluar, karena memang waktu itu kita
baru aja selesai UAS. Waktu sampe disana,, eeehh ane ketemu sama satu adek
semester ane gan, lagi liatin nilai juga. Akhirnya kita ngobrol banyak disitu.
Ngorolin masalah matakuliah di semester genap. Nah, salah satu yang ane bahas
sama si dia waktu itu tuh introduction to linguistics. Setelah semua urusan
kampus kelar dan ane sampai di rumah tiba-tiba ane jadi inget lagi sama
matakuliah yang ane obrolin tadi dan rasanya kangggeeenn banget. Dan akhirnya
demi mengobati rasa kangen itu ane postingin buat agan-agan disini, siapa tau
ada yang butuh dan lagi nyariin :D Hmmm Udah deh basa-basinya, daripada
lama-lama dan penasaran tentang apa sih introduction to linguistics itu? dan
gimana sih seluk beluknya? lebih baik kita langsung aja menuju ke TKP..!! :D
Definitions
& Understanding (Definisi dan Pengertian)
Well,
introduction to linguistics atau bisa juga disebut sebagai pengantar linguistik
adalah suatu materi yang mengenalkan seluk beluk bahasa, mulai dari jenis,
pola, dan bentuknya. Linguistics sendiri menurut The New Oxford Dictionary
of English (2003) memiliki arti :
“The
scientific study of language and its structure, including the study of grammar,
syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include
sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics,
comparative linguistics, and structural linguistics.”
Wuuiihh
panjang bener ya?? Kira-kira bingung gak nih? :D hehe Ehhmm, kalau masih
bingung, inget ini aja gan, inti pokok
dari linguistic adalah kajian mengenai bahasa, atau singkatnya juga bisa
didefinisikan sebagai the scientific
study of language. Jadi gambaran umumnya, linguistik itu pembelajaran
bahasa yang membahas tatabahasa (grammar), dan strukutur bahasa. Oke deh, kalau
udah jelas, sekarang kita kembali lagi ke pengertian the scientific study of language. Kata scientific disini memiliki arti bahwa kajian atau pembelajaran
mengenai bahasa, haruslah objective, systematic dan explicit. Lha trus
maksudnya objective, systematic dan explicit itu apa donk?? Tenang, jangan
khawatir, kita bakal bahas satu-satu.
1.
Objective Language
Yak, yang
pertama adalah bahasa objektif atau objective language, artinya bahasa haruslah
bersifat objektif, yaitu suatu yang berdasar kepada kebenaran umum, dan tidak berdasarkan pada perasaan pribadi
seseorang.
Contohnya :
- Madiun terletak di Jawa Timur,
Indonesia. (Fakta Umum)
-
Jakarta
Adalah ibukota negara Indonesia. (Fakta Umum)
-
Matahari
terbit di timur dan terbenam di barat. (Fakta Umum)
2. Systematic Language
Karena
setiap bahasa memiliki struktur dan polanya masing-masing, maka bahasa yang
dibuat haruslah mengikuti aturan atau pola bahasa tersebut, demi menciptakan
pola bahasa yang grammatical atau sesuai dengan tata bahasanya. Mungkin
temen-temen yang baca tulisan ini bertanya, emang apa buktinya kalau tiap
bahasa punya struktur dan pola sendiri-sendiri? Untuk menjawab pertanyaan itu
mari kita saksikan bersama perbedaannya dalam tabel berikut :
Bahasa Indonesia
|
Bahasa Inggris
|
-
Budi seorang guru.
Pola :
(S + P + O)
|
-
Budi is a teacher.
Pola :
(S +
Linking Verb + article + complement)
|
Seperti yang
kita lihat bahwa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris punya pola kalimat yang
berbeda. Di contoh tersebut kita bisa amati, untuk menciptakan kalimat dengan
makna Budi seorang guru di dalam
bahasa Inggris, maka subyek Budi harus
diikuti oleh linking verb is, dan
linking verb is harus diikuti oleh
artikel a dan yang terakhir baru
diikuti kata benda teacher. Jadi kalau
kita pengen membuat kalimat yang terdiri dari subyek (Budi) dan kata benda
(teacher), maka menurut struktur kata bahasa Inggris kalimat tersebut akan
grammatical bila diikuti oleh linking
verb (is) dan article (a).
Sedangkan di dalam bahasa Indonesia tidak perlu ada linking verb dan artikel,
maka langsung saja ditulis Budi seorang
guru. Jadi kalau ada kalimat bahasa Inggris : Budi is teacher, maka sudah jelas bahwa kalimat ini bukanlah
struktur kalimat bahasa Inggris, dan grammarnya suudah pasti salah.
3. Explicit Language
Naah,, yang
ini sering banget kita jumpai. Explicit sendiri artinya jelas. Jadi explicit
language adalah suatu aturan bahwa bahasa yang diungkapkan haruslah jelas, dan
tidak menimbulkan makna ganda atau ambigu. Contohnya gini nih, coba amati
baik-baik kalimat ini : “they are flying
chickens.” Oke?? Sudah diamati?? Kalau begitu sekarang saya tanya,, apa
arti kalimat itu?? hayo apa hayo?? Hahahaha Sadar gak kalian kalau kalimat ini
bermakna ganda? Lho kok bisa?? Bisa
donk.. Kalau kita mengartikan kata they
sebagai kata ganti dari chicken, maka kata flying
disini merupakan participle yang berfungsi menerangkan chicken,dan kalimat itu
akan memiliki arti, ayam-ayam itu
(adalah) ayam yang (bisa) terbang. Sebaliknya, kalau kata they mengacu pada “orang” maka kata flying disini berperan sebagai unsur
pembentuk predikat (present progressive), dan arti kalimatnya jadi gini nih : mereka sedang menebangkan ayam. Nah, lo??
Satu kata dua arti, kan? Ambigu donk?? Ya emang hehe :-D makadari itu jangan
sampai kita membuat kalimat yang ambigu dan bermakna ganda. :D
The Characteristics of Language
Seperti yang
kita tahu bahwa semua yang ada di bumi ini memiliki ciri khas yang bisa
dijadikan sebagai penanda supaya setiap dari kita bisa mengenalinya, (wuiihh,,
ilmiah banget bahasanya?? Hehe) Contohnya nih, negara Jepang itu ciri khasnya
bunga sakura, kalau Australia punya ciri
khas hewan kanguru sebagai maskot negaranya. Nah beda Australia & Jepang,
beda juga Indonesia. Indonesia itu negara dengan ciri khas yang banyak banget,
ada batik, ada rendang, ada gudeg, ada rawon, ada pecel, ada es cendol,, wah
apalagi kalau siang-siang gitu gan, es cendol enak banget dah kayaknya.. Aduuuuh,
jadi mbayangin makanan, hahaha :D
Sudah-sudah, kembali ke bahasan, jadi seperti halnya negara Jepang, Australia dan indonesia, linguistik juga punya ciri khas yang biasanya disebut dengan characteristic of language. Apa aja isinya? yuk kita simak ciri dan pembahasannya dibawah ini :
Sudah-sudah, kembali ke bahasan, jadi seperti halnya negara Jepang, Australia dan indonesia, linguistik juga punya ciri khas yang biasanya disebut dengan characteristic of language. Apa aja isinya? yuk kita simak ciri dan pembahasannya dibawah ini :
Menurut Raja
T. Nasr, di dalam bukunya yang berjudul The
essential of Linguistic science,
characteristic
of language terdiri dari :
1. Language is a Sound
2. Language is Systematic
3. Language is a System of System
4. Language is Meaningful
5. Language is Arbitrary
6. Language is Conventional
7. Language is a System of Contrast
8.
Language
is Creative
9.
Languages
are Unique
10.
Languages
are Similar
Untuk
lebih lanjutnya, berikut keterangannya :
1. Language is Sound
Maksudnya
gini, dalam seni penyampaian bahasa itu, terdiri dari dua macam cara
penyampaian gan, yaitu speaking dan written. Tentu saja dua cara ini sangatlah
berbeda, dan yang dimaksud language as a sound di sini adalah speaking, atau
bisa juga disebut bsebagai oral language. Speaking menjadi hal utama karena di
dalam speaking terdiri dari intonation (intonasi), pitch (tinggi/rendahnya),
stress (penekanan), dan juncture (jeda), yang tidak terdapat pada written.
Sehingga penyampaianny bisa lebih jelas dan lebih ekspresif, karena di dalam
speaking ada intonasi, pitch, dan stress yang “menghidupkan” penyampaian tadi.
Nah, hal-hal itulah yang tidak ada di written language, karena kita tidak bisa
mendengar intonasi, pitch, dan stress di written language. Jadi bisa
disimpulkan bahwa language is sound adalah cara pengucapan suatu bahasa menurut
sistem fonologi dari bahasa tersebut, dan pengucapan adalah aspek penting yang
sebenarnya juga merupakan ciri utama sebuah bahasa.
2. Language is Systematic
Nah, kalau
ini mah, pengertiannya sama kayak systematic language yang ada diatas tadi gan,
bahwa bahasa memiliki sistem atau polanya sendiri-sendiri, dan pola tata bahasa
satu dengan yang lainnya itu berbeda. Untuk lebih lengkapnya baca lagi
keterangan di atas tadi :D
3. Language is Meaningful
Yak, benar
sekali, bahwa bahasa yang diucapkan oleh penuturnya memiliki sebuah makna dan
arti didalamnya. Bahasa ada dan akhirnya berkembang karena sebenarnya tujuan
dari bahasa adalah mengungkapkan maksud dan tujuan dari penuturnya. Sehingga
hanya bahasalah yang memampukan manusia satu dengan manusia yang lainnya
berkomunikasi dan membangun komunikasi lisan. Mengapa bisa demikian? Karena
tiap kata memiliki arti, dan arti itulah yang dapat mengungkapkan maksud dan
tujuan sang penutur.
4. Language is Arbitrary
Poin ini
masih berkaitan dengan makna sebuah kata. Arbitrary, berarti berubah-ubah, dan
jika hal ini dikaitkan dengan bahasa, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tiap
kata itu bersifat relatif. Artinya satu kata bisa berbentuk sama, tapi memiliki
arti yang berbeda jika digunakan di suatu kalimat tertentu. Contohnya kata bear. Dalam bahasa Inggris, bear bisa
berarti beruang, tahan(betah), menahan, melahirkan, atau menanggung. Manakah
arti yang benar?? Semuanya benar, tergantung penggunaan kalimat tersebut
didalam konteks sebuah kalimat.
Contoh :
- I saw a
big bear in the zoo.
Maka kata bear disini berarti beruang.
- Tell me
now! I can`t bear the suspense
Maka kata bear di sini berarti
tahan/menahan/memikul.
- Most
animal bear their young in the spring.
Maka bear di sini memiliki arti melahirkan.
5. Language is Conventional
Kadang ada
dua perbedaan mencolok antara bahasa lisan dan bahasa tertulis. Bahasa lisan
cenderung lebih fleksibel dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari
meskipun kadang kurang grammatical, tapi meskipun kurang grammatical, kalimat
ini sering digunakan karena sang penutur sudah terbiasa menggunakan kalimat
tersebut dan seolah sudah menjadi kebiasaan yang membudaya.
Contoh :
Written : I`m going to go home.
Oral : I`m going home.
6. Language is a System of Contrast
Temen-temen
semuanya waktu sekolah dulu pernah ngalamin kejadian kayak gini gak? : Misalnya
waktu kalian semua masih duduk di kelas dua SMP, pelajaran matematikan diajar
oleh bapak Bejo. Tapi waktu naik ke kelas 3, guru matematikanya ganti pak
Paijo. Nah suatu hari pak Paijo nerangin materi yang sama persis kayak yang
dulu pernah diajarkan pak Bejo. Materinya sama, babnya sama, bukunya juga sama.
Tapi kemudian kita bilang gini, “kok enakan pak Bejo ya ngajarnya? Aku malah bingung
lo kalau diterangin sama pak Paijio.” Nah pasti pernah kan ngalamin hal kayak
gitu??
Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa memiliki polanya masing-masing. Tapi tahukah kamu semua, bahwa meskipun pola kalimat sebuah bahasa itu sama, tapi tiap orang punya cara sendiri untuk menyusun dan menyampaikan pesanya sama orang lain, seperti halnya pak Bejo dan pak Paijo tadi. Pak Bejo sbenernya orang Indonesia, pak Paijo pun juga orang Indonesia, otomatis pola kalimat bahasa Indoneisa juga sama, kan?? Tapi kembali lagi ke persoalan tadi, bahwa tiap orang punya cara dan pola sendiri dalam menyampaikan maksudnya. Jadi bisa disimpulkan bahwa language is system of contrast menekankan cara bicara seseorang menurut stylenya masing-masing.
Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa memiliki polanya masing-masing. Tapi tahukah kamu semua, bahwa meskipun pola kalimat sebuah bahasa itu sama, tapi tiap orang punya cara sendiri untuk menyusun dan menyampaikan pesanya sama orang lain, seperti halnya pak Bejo dan pak Paijo tadi. Pak Bejo sbenernya orang Indonesia, pak Paijo pun juga orang Indonesia, otomatis pola kalimat bahasa Indoneisa juga sama, kan?? Tapi kembali lagi ke persoalan tadi, bahwa tiap orang punya cara dan pola sendiri dalam menyampaikan maksudnya. Jadi bisa disimpulkan bahwa language is system of contrast menekankan cara bicara seseorang menurut stylenya masing-masing.
7. Language is a System of System
Udah ada
system didalam, nah, didalemnya masih ada system lagi, yahh begitulah bahasa.
Satu system aja gak cukup gan, karena bahasa itu merupakan satu kesatuan
kompleks yang tidak hanya terdiri dari word dan phrase saja, tapi juga terdiri
dari sentence, dan konteks. Maksud dari system
of system itu contonya gini gan, coba perhatikan kata blue car. Blue sendiri
merupakan modifier yang menerangkan head car,
jadi kata blue car itu terdiri dari pola
head + modifier, sehingga kedua kata ini disebut sebagai phrase. Nah, sekarang
kalau kata-kata tadi digabungin dengan kata yang lain, dan menjadi kayak gini
gan, The blue car has been bought
by Sutarman. Nah, sekarang phrase blue
car tadi sudah menjelma menjadi sebuah kalimat pasif. Pola seluruh kalimat
tersebut terdiri dari Subject (the blue car) + verb (has been bought) + agent*
(Sutarman). Sekarang kalimat ini menjadi sebuah rangkaian yang kompleks yang
terdiri dari berbagai pola di dalamnya. Nah yang dimaksud sebagai language is a
system of system adalah semua pola yang terdapat dalam kalimat itu. Baik pola
kalimat keseluruhan (hasil penggabungan phrase tadi) maupun pola phrase yang
membentuk kalimat itu sendiri. Jadi kalau kalimat The blue car has been bought by Sutarman dipreteli
satu-satu, maka ada beberapa pola yang ada didalamnya :
Head +
modifier (noun phrase) :
Blue car
Be + past
participle :
been + bought
By + noun
(by phrase) :
by Sutarman
Jadi bisa
disimpulkan bahwa language is a system of system, merupakan kumpulan banyak
system di dari satu system bahasa.
*dalam kalimat pasif, noun setelah
kata by disebut sebagai agent, maka
noun (Sutarman) disebut sebagai agent.
8. Language is Creative
Yak, language is crative. Tapi maksud creative disini
bukan bahasanya yang kreatif, tapi orangnya yang kreatif. Lho kok bisa?? Iya
karena setiap orang itu sebenernya punya kemampuan mengungkapkan hal yang sama,
tapi dengan kata-kata yang berbeda. Ehhmm masih bingung ya?? Ane kasih contoh
dah, kata require memiliki padanan needed. Kata to save bisa dipadankan
dengan kata keep. Nah, apa
kesimpulannya?? Kesimpulannya adalah, setiap kata bisa dijelaskan oleh kata
lain yang berbeda tapi memiliki arti yang sama. Untuk gampangnya sebut saja
sinonim :D Kayak contoh tadi, kata require
itu memiliki padanan needed. Artinya, kata require juga bisa
diterangkan oleh kata needed. Aspek padanan inilah yang disebut
sebagai aspek kreatif bahasa.
9. Languages are Unique
Dalam
kehidupan sehari-hari pastilah tidak menutup kemungkinan kalau kita bisa
mengenal bahasa asing. Tapi tahukan kamu kalau ada beberapa kata dari dua
bahasa yang berbeda yang memiliki cara penulisan yang sama, tapi beda
pengucapan dan artinya? Ambilah contoh bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Di
dalam bahasa Inggris ada kata air. Dalam
bahasa Indonesia pun juga ada kata air.
Tapi yang membedakan di sini adalah, dalam bahasa Inggris pengucapan kata air adalah
sebagai berikut, /er/. Sedangkan bahasa Indonesia pengucapannya berbeda, yaitu
/air/. Artinya juga beda, kalau dalam bahasa Inggris air berarti udara, sedangkan
dalam bahasa Indonesia air berarti
cairan yang yang bening dan bersih, yang tidak berwarna dan tidak berbau, dan
kadang bisa diminum. Itulah yang disebut dengan aspek unik dalam bahasa.
10. Languages are Similar
Nah ini
karakteristik yang terakhir, languages are similar. Seperti namanya, similar sendiri berarti serupa. Inget lo
ya, SERUPA. Serupa itu bisa jadi mirip, tapi tidak sama. Ngomong-ngomong soal
serupa nih, temen-temen pernah lihat anak kembar, kan? Oke, sekarang anggep aja
Tono dan Toni itu anak kembar, secara fisik mereka mungkin sama persis, sampe
orang lain nggak bisa bedain, mana Tono, mana Toni. Jangankan orang lain,
kadang bapak ibunya sendiri aja nggak bisa bedain mereka berdua. Tapi setelah
diselidiki, ternyata Tono dan Toni itu berbeda. Tono sukanya masak, sedangkan
Toni sukanya mancing. Naaaahh,, sekarang sudah ngerti kan arti kata SERUPA
itu??
Seperti halnya Tono dan Toni, bahasa juga ada yang modelnya serupa tapi tak sama, gan. Contohnya :
Seperti halnya Tono dan Toni, bahasa juga ada yang modelnya serupa tapi tak sama, gan. Contohnya :
Bahasa Indonesia
Kata transit dalam bahasa
Indonesia artinya pindah/bertukar. Contohnya kalau agan-agan pergi dari Madiun
ke Semarang pakai bus kota, kalian gak bakal bisa menemukan bus jurusan
Madiun-Semarang di terminal Madiun. Jadi kalian harus naik bus jurusan Solo
dulu, dan ketika sudah sampai di Solo, baru cari dan ganti bus jurusan
Solo-Semarang. Nah itu artinya transit
di bahasa Indonesia.
Bahasa Inggris
Beda lagi
sama bahasa Inggris, gan. Dalam bahasa Inggris kata transit berarti perjalanan. Kalau dibikin kalimat, contohnya kayak
gini : It`s possible to make an insurance
claim for any goods lost/damaged in transit.
Sudah ngerti kan kira-kira bedanya transit di bahasa Indonesia dan bahasa
Inggris? Makadari itu Raja T. Nasr mengungkapkan bahwa bahasa satu dengan yang
lainnya itu serupa, tapi tidak sama.
The Branches of Linguistics & Linguistic Units
(Cabang Linguistik dan Satuan Lingusitik)
Baiklah
teman-temin, kita masuk ke segmen terakhir. Seperti yang sudah disebutkan di
atas bahwa linguistik membahas masalah structure atau pola. Maka dari itu,
linguistik sendiri dibagi jadi empat cabang besar. yaitu :
- Phonology
- Morphology
- Syntax
- Semantics
Kalau
dirinci menjadi bagian-bagian atau divisi-divisi kecil maka pembelajaran
linguistik terdiri dari sepuluh bagian atau unit, yang biasanya disebut sebagai
Linguistic Units, atau bisa juga
disebut satuan-satuan linguistik yang terdiri dari :
Phone- Phonemes Dibahas di Phonology (the study of speech sound)
- Allophone
Morph- Morphone
- Allomorph Dibahas di Morphology (the study of morpheme)
- Word
Phrase - Sentence Dibahas di Semantic (the study of meaning)
- Discourse
Kita akan membahas cabang-cabang linguistik tersebut di postingan
selanjutnya, silahkan cari di kolom search dengan judul cabang-cabang tersebut.
Nah, saya kira itu saja yang bisa saya bagikan mengenai introduction to linguistics, kalau ada hal-hal yang sekiranya salah, atau mungkin agan-agan punya pertanyaan, saran dan kritikan, bisa langsung tinggalkan komen di kolom bawah ini ya, jangan lupa kasih ratting ya gan :D Terimakasih, semoga bermanfaat :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar