Selasa, 23 September 2014

Introduction to Linguistics (pengantar Linguistik)



Hai, hai,, the readers sekalian..!! Akhirnya setelah beberapa lama berhenti dari kegiatan blog, sekarang bisa kembali lagi dengan membawa materi baru yang akan kita bahas bersama-sama. Sebenernya nggak ada pikiran sama sekali mau nulis bahan ini, soalnya ini materi kuliah saya di semester awal dan bisa dibilang hampir lupa, hehehe :D Lho tapi kok tiba-tiba posting juga?? Hahaha jadi ceritanya gini gan, kemaren Senin itu kebetulan ane ada jadwal ujian perbaikan (maklum, nilai pas-pasan, gan:D hahaha), nah berhubung ane dateng kepagian, akhirnya ane mutusin buat liat-liat papan pengumuman di kampus, siapa tau ada nilai baru yang udah keluar, karena memang waktu itu kita baru aja selesai UAS. Waktu sampe disana,, eeehh ane ketemu sama satu adek semester ane gan, lagi liatin nilai juga. Akhirnya kita ngobrol banyak disitu. Ngorolin masalah matakuliah di semester genap. Nah, salah satu yang ane bahas sama si dia waktu itu tuh introduction to linguistics. Setelah semua urusan kampus kelar dan ane sampai di rumah tiba-tiba ane jadi inget lagi sama matakuliah yang ane obrolin tadi dan rasanya kangggeeenn banget. Dan akhirnya demi mengobati rasa kangen itu ane postingin buat agan-agan disini, siapa tau ada yang butuh dan lagi nyariin :D Hmmm Udah deh basa-basinya, daripada lama-lama dan penasaran tentang apa sih introduction to linguistics itu? dan gimana sih seluk beluknya? lebih baik kita langsung aja menuju ke TKP..!! :D

 
Definitions & Understanding (Definisi dan Pengertian)
Well, introduction to linguistics atau bisa juga disebut sebagai pengantar linguistik adalah suatu materi yang mengenalkan seluk beluk bahasa, mulai dari jenis, pola, dan bentuknya. Linguistics sendiri menurut The New Oxford Dictionary of English (2003) memiliki arti : The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics, comparative linguistics, and structural linguistics.”
Wuuiihh panjang bener ya?? Kira-kira bingung gak nih? :D hehe Ehhmm, kalau masih bingung,  inget ini aja gan, inti pokok dari linguistic adalah kajian mengenai bahasa, atau singkatnya juga bisa didefinisikan sebagai the scientific study of language. Jadi gambaran umumnya, linguistik itu pembelajaran bahasa yang membahas tatabahasa (grammar), dan strukutur bahasa. Oke deh, kalau udah jelas, sekarang kita kembali lagi ke pengertian the scientific study of language. Kata scientific disini memiliki arti bahwa kajian atau pembelajaran mengenai bahasa, haruslah objective, systematic dan explicit. Lha trus maksudnya objective, systematic dan explicit itu apa donk?? Tenang, jangan khawatir, kita bakal bahas satu-satu.

1.    Objective Language
Yak, yang pertama adalah bahasa objektif atau objective language, artinya bahasa haruslah bersifat objektif, yaitu suatu yang berdasar kepada kebenaran umum, dan tidak berdasarkan pada perasaan pribadi seseorang.
Contohnya : - Madiun terletak di Jawa Timur, Indonesia. (Fakta Umum)
-          Jakarta Adalah ibukota negara Indonesia. (Fakta Umum)
-          Matahari terbit di timur dan terbenam di barat. (Fakta Umum)

2. Systematic Language
Karena setiap bahasa memiliki struktur dan polanya masing-masing, maka bahasa yang dibuat haruslah mengikuti aturan atau pola bahasa tersebut, demi menciptakan pola bahasa yang grammatical  atau sesuai dengan tata bahasanya. Mungkin temen-temen yang baca tulisan ini bertanya, emang apa buktinya kalau tiap bahasa punya struktur dan pola sendiri-sendiri? Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita saksikan bersama perbedaannya dalam tabel berikut :

Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
-          Budi seorang guru.

Pola :
(S + P + O)
-          Budi is a teacher.

Pola :
(S + Linking Verb + article + complement)

Seperti yang kita lihat bahwa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris punya pola kalimat yang berbeda. Di contoh tersebut kita bisa amati, untuk menciptakan kalimat dengan makna Budi seorang guru di dalam bahasa Inggris, maka subyek Budi harus diikuti oleh linking verb is, dan linking verb is harus diikuti oleh artikel a dan yang terakhir baru diikuti kata benda teacher. Jadi kalau kita pengen membuat kalimat yang terdiri dari subyek (Budi) dan kata benda (teacher), maka menurut struktur kata bahasa Inggris kalimat tersebut akan grammatical bila diikuti oleh linking verb (is) dan article (a). Sedangkan di dalam bahasa Indonesia tidak perlu ada linking verb dan artikel, maka langsung saja ditulis Budi seorang guru. Jadi kalau ada kalimat bahasa Inggris : Budi is teacher, maka sudah jelas bahwa kalimat ini bukanlah struktur kalimat bahasa Inggris, dan grammarnya suudah pasti salah.

3. Explicit Language
Naah,, yang ini sering banget kita jumpai. Explicit sendiri artinya jelas. Jadi explicit language adalah suatu aturan bahwa bahasa yang diungkapkan haruslah jelas, dan tidak menimbulkan makna ganda atau ambigu. Contohnya gini nih, coba amati baik-baik kalimat ini : “they are flying chickens.” Oke?? Sudah diamati?? Kalau begitu sekarang saya tanya,, apa arti kalimat itu?? hayo apa hayo?? Hahahaha Sadar gak kalian kalau kalimat ini bermakna ganda?  Lho kok bisa?? Bisa donk.. Kalau kita mengartikan kata they sebagai kata ganti dari chicken,  maka kata flying disini merupakan participle yang berfungsi menerangkan chicken,dan kalimat itu akan memiliki arti, ayam-ayam itu (adalah) ayam yang (bisa) terbang. Sebaliknya, kalau kata they mengacu pada “orang” maka kata flying disini berperan sebagai unsur pembentuk predikat (present progressive), dan arti kalimatnya jadi gini nih : mereka sedang menebangkan ayam. Nah, lo?? Satu kata dua arti, kan? Ambigu donk?? Ya emang hehe :-D makadari itu jangan sampai kita membuat kalimat yang ambigu dan bermakna ganda. :D

The Characteristics of Language

Seperti yang kita tahu bahwa semua yang ada di bumi ini memiliki ciri khas yang bisa dijadikan sebagai penanda supaya setiap dari kita bisa mengenalinya, (wuiihh,, ilmiah banget bahasanya?? Hehe) Contohnya nih, negara Jepang itu ciri khasnya bunga sakura, kalau  Australia punya ciri khas hewan kanguru sebagai maskot negaranya. Nah beda Australia & Jepang, beda juga Indonesia. Indonesia itu negara dengan ciri khas yang banyak banget, ada batik, ada rendang, ada gudeg, ada rawon, ada pecel, ada es cendol,, wah apalagi kalau siang-siang gitu gan, es cendol enak banget dah kayaknya.. Aduuuuh, jadi mbayangin makanan, hahaha :D
Sudah-sudah, kembali ke bahasan, jadi seperti halnya negara Jepang, Australia dan indonesia, linguistik juga punya ciri khas yang biasanya disebut dengan characteristic of language. Apa aja isinya? yuk kita simak ciri dan pembahasannya dibawah ini :

Menurut Raja T. Nasr, di dalam bukunya yang berjudul The essential of Linguistic science,
characteristic of  language terdiri dari :
1.      Language is a Sound
2.      Language is Systematic
3.      Language is a System of System
4.      Language is Meaningful
5.      Language is Arbitrary
6.      Language is Conventional
7.      Language is a System of Contrast
8.      Language is Creative
9.      Languages are Unique
10.  Languages are Similar

Untuk lebih lanjutnya, berikut keterangannya :
1. Language is Sound
Maksudnya gini, dalam seni penyampaian bahasa itu, terdiri dari dua macam cara penyampaian gan, yaitu speaking dan written. Tentu saja dua cara ini sangatlah berbeda, dan yang dimaksud language as a sound di sini adalah speaking, atau bisa juga disebut bsebagai oral language. Speaking menjadi hal utama karena di dalam speaking terdiri dari intonation (intonasi), pitch (tinggi/rendahnya), stress (penekanan), dan juncture (jeda), yang tidak terdapat pada written. Sehingga penyampaianny bisa lebih jelas dan lebih ekspresif, karena di dalam speaking ada intonasi, pitch, dan stress yang “menghidupkan” penyampaian tadi. Nah, hal-hal itulah yang tidak ada di written language, karena kita tidak bisa mendengar intonasi, pitch, dan stress di written language. Jadi bisa disimpulkan bahwa language is sound adalah cara pengucapan suatu bahasa menurut sistem fonologi dari bahasa tersebut, dan pengucapan adalah aspek penting yang sebenarnya juga merupakan ciri utama sebuah bahasa.

2. Language is Systematic
Nah, kalau ini mah, pengertiannya sama kayak systematic language yang ada diatas tadi gan, bahwa bahasa memiliki sistem atau polanya sendiri-sendiri, dan pola tata bahasa satu dengan yang lainnya itu berbeda. Untuk lebih lengkapnya baca lagi keterangan di atas tadi :D

3. Language is Meaningful
Yak, benar sekali, bahwa bahasa yang diucapkan oleh penuturnya memiliki sebuah makna dan arti didalamnya. Bahasa ada dan akhirnya berkembang karena sebenarnya tujuan dari bahasa adalah mengungkapkan maksud dan tujuan dari penuturnya. Sehingga hanya bahasalah yang memampukan manusia satu dengan manusia yang lainnya berkomunikasi dan membangun komunikasi lisan. Mengapa bisa demikian? Karena tiap kata memiliki arti, dan arti itulah yang dapat mengungkapkan maksud dan tujuan sang penutur.

4. Language is Arbitrary
Poin ini masih berkaitan dengan makna sebuah kata. Arbitrary, berarti berubah-ubah, dan jika hal ini dikaitkan dengan bahasa, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tiap kata itu bersifat relatif. Artinya satu kata bisa berbentuk sama, tapi memiliki arti yang berbeda jika digunakan di suatu kalimat tertentu. Contohnya kata bear. Dalam bahasa Inggris, bear bisa berarti beruang, tahan(betah), menahan, melahirkan, atau menanggung. Manakah arti yang benar?? Semuanya benar, tergantung penggunaan kalimat tersebut didalam konteks sebuah kalimat.
Contoh :
- I saw a big bear in the zoo.
   Maka kata bear disini berarti beruang.

- Tell me now! I can`t bear the suspense
   Maka kata bear di sini berarti tahan/menahan/memikul.

- Most animal bear their young  in the spring.
  Maka bear di sini memiliki arti melahirkan.

5. Language is Conventional
Kadang ada dua perbedaan mencolok antara bahasa lisan dan bahasa tertulis. Bahasa lisan cenderung lebih fleksibel dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari meskipun kadang kurang grammatical, tapi meskipun kurang grammatical, kalimat ini sering digunakan karena sang penutur sudah terbiasa menggunakan kalimat tersebut dan seolah sudah menjadi kebiasaan yang membudaya.

Contoh :
Written       : I`m going to go home.
Oral            : I`m going home.

6. Language is a System of Contrast
Temen-temen semuanya waktu sekolah dulu pernah ngalamin kejadian kayak gini gak? : Misalnya waktu kalian semua masih duduk di kelas dua SMP, pelajaran matematikan diajar oleh bapak Bejo. Tapi waktu naik ke kelas 3, guru matematikanya ganti pak Paijo. Nah suatu hari pak Paijo nerangin materi yang sama persis kayak yang dulu pernah diajarkan pak Bejo. Materinya sama, babnya sama, bukunya juga sama. Tapi kemudian kita bilang gini, “kok enakan pak Bejo ya ngajarnya? Aku malah bingung lo kalau diterangin sama pak Paijio.” Nah pasti pernah kan ngalamin hal kayak gitu??
Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa memiliki polanya masing-masing. Tapi tahukah kamu semua, bahwa meskipun pola kalimat sebuah bahasa itu sama, tapi tiap orang punya cara sendiri untuk menyusun dan menyampaikan pesanya sama orang lain, seperti halnya pak Bejo dan pak Paijo tadi. Pak Bejo sbenernya orang Indonesia, pak Paijo pun juga orang Indonesia, otomatis pola kalimat bahasa Indoneisa juga sama, kan?? Tapi kembali lagi ke persoalan tadi, bahwa tiap orang punya cara dan pola sendiri dalam menyampaikan maksudnya. Jadi bisa disimpulkan bahwa language is system of contrast menekankan cara bicara seseorang menurut stylenya masing-masing.

7. Language is a System of System
Udah ada system didalam, nah, didalemnya masih ada system lagi, yahh begitulah bahasa. Satu system aja gak cukup gan, karena bahasa itu merupakan satu kesatuan kompleks yang tidak hanya terdiri dari word dan phrase saja, tapi juga terdiri dari sentence, dan konteks. Maksud dari system of system itu contonya gini gan, coba perhatikan kata blue car. Blue sendiri merupakan modifier yang menerangkan head car, jadi kata blue car itu terdiri dari pola head + modifier, sehingga kedua kata ini disebut sebagai phrase. Nah, sekarang kalau kata-kata tadi digabungin dengan kata yang lain, dan menjadi kayak gini gan, The blue car has been bought by Sutarman. Nah, sekarang phrase blue car tadi sudah menjelma menjadi sebuah kalimat pasif. Pola seluruh kalimat tersebut terdiri dari Subject (the blue car) + verb (has been bought) + agent* (Sutarman). Sekarang kalimat ini menjadi sebuah rangkaian yang kompleks yang terdiri dari berbagai pola di dalamnya. Nah yang dimaksud sebagai language is a system of system adalah semua pola yang terdapat dalam kalimat itu. Baik pola kalimat keseluruhan (hasil penggabungan phrase tadi) maupun pola phrase yang membentuk kalimat itu sendiri. Jadi kalau kalimat The blue car has been bought by Sutarman dipreteli satu-satu, maka ada beberapa pola yang ada didalamnya :

Head + modifier (noun phrase)                       : Blue car
Be + past participle                                         : been + bought
By + noun (by phrase)                                    : by Sutarman

Jadi bisa disimpulkan bahwa language is a system of system, merupakan kumpulan banyak system di dari satu system bahasa.

*dalam kalimat pasif, noun setelah kata by disebut sebagai agent, maka noun (Sutarman) disebut sebagai agent.

8. Language is Creative
 Yak, language is crative. Tapi maksud creative disini bukan bahasanya yang kreatif, tapi orangnya yang kreatif. Lho kok bisa?? Iya karena setiap orang itu sebenernya punya kemampuan mengungkapkan hal yang sama, tapi dengan kata-kata yang berbeda. Ehhmm masih bingung ya?? Ane kasih contoh dah, kata require memiliki padanan needed. Kata to save bisa dipadankan dengan kata keep. Nah, apa kesimpulannya?? Kesimpulannya adalah, setiap kata bisa dijelaskan oleh kata lain yang berbeda tapi memiliki arti yang sama. Untuk gampangnya sebut saja sinonim :D Kayak contoh tadi, kata require  itu memiliki padanan  needed. Artinya, kata require juga bisa diterangkan oleh kata  needed. Aspek padanan inilah yang disebut sebagai aspek kreatif bahasa.

9. Languages are Unique
Dalam kehidupan sehari-hari pastilah tidak menutup kemungkinan kalau kita bisa mengenal bahasa asing. Tapi tahukan kamu kalau ada beberapa kata dari dua bahasa yang berbeda yang memiliki cara penulisan yang sama, tapi beda pengucapan dan artinya? Ambilah contoh bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Di dalam bahasa Inggris ada kata air. Dalam bahasa Indonesia pun juga ada kata air. Tapi yang membedakan di sini adalah, dalam bahasa Inggris pengucapan kata  air adalah sebagai berikut, /er/. Sedangkan bahasa Indonesia pengucapannya berbeda, yaitu /air/. Artinya juga beda, kalau dalam bahasa Inggris air  berarti udara, sedangkan dalam bahasa Indonesia air berarti cairan yang yang bening dan bersih, yang tidak berwarna dan tidak berbau, dan kadang bisa diminum. Itulah yang disebut dengan aspek unik dalam bahasa.

10. Languages are Similar
Nah ini karakteristik yang terakhir, languages are similar. Seperti namanya, similar sendiri berarti serupa. Inget lo ya, SERUPA. Serupa itu bisa jadi mirip, tapi tidak sama. Ngomong-ngomong soal serupa nih, temen-temen pernah lihat anak kembar, kan? Oke, sekarang anggep aja Tono dan Toni itu anak kembar, secara fisik mereka mungkin sama persis, sampe orang lain nggak bisa bedain, mana Tono, mana Toni. Jangankan orang lain, kadang bapak ibunya sendiri aja nggak bisa bedain mereka berdua. Tapi setelah diselidiki, ternyata Tono dan Toni itu berbeda. Tono sukanya masak, sedangkan Toni sukanya mancing. Naaaahh,, sekarang sudah ngerti kan arti kata SERUPA itu??
Seperti halnya Tono dan Toni, bahasa juga ada yang modelnya serupa tapi tak sama, gan. Contohnya :

Bahasa Indonesia

Kata transit dalam bahasa Indonesia artinya pindah/bertukar. Contohnya kalau agan-agan pergi dari Madiun ke Semarang pakai bus kota, kalian gak bakal bisa menemukan bus jurusan Madiun-Semarang di terminal Madiun. Jadi kalian harus naik bus jurusan Solo dulu, dan ketika sudah sampai di Solo, baru cari dan ganti bus jurusan Solo-Semarang. Nah itu artinya transit di bahasa Indonesia.

Bahasa Inggris

Beda lagi sama bahasa Inggris, gan. Dalam bahasa Inggris kata transit berarti perjalanan. Kalau dibikin kalimat, contohnya kayak gini : It`s possible to make an insurance claim for any goods lost/damaged in transit.

Sudah ngerti kan kira-kira bedanya transit di bahasa Indonesia dan bahasa Inggris? Makadari itu Raja T. Nasr mengungkapkan bahwa bahasa satu dengan yang lainnya itu serupa, tapi tidak sama.

The Branches of Linguistics & Linguistic Units (Cabang Linguistik dan Satuan Lingusitik)
Baiklah teman-temin, kita masuk ke segmen terakhir. Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa linguistik membahas masalah structure atau pola. Maka dari itu, linguistik sendiri dibagi jadi empat cabang besar. yaitu :

  1. Phonology
  2. Morphology
  3. Syntax
  4. Semantics

Kalau dirinci menjadi bagian-bagian atau divisi-divisi kecil maka pembelajaran linguistik terdiri dari sepuluh bagian atau unit, yang biasanya disebut sebagai Linguistic Units, atau bisa juga disebut satuan-satuan linguistik yang terdiri dari :

  1. Phone
  2. Phonemes        Dibahas di Phonology (the study of speech sound)
  3. Allophone
  4. Morph
  5. Morphone
  6. Allomorph       Dibahas di Morphology (the study of morpheme)
  7. Word
  8. Phrase
  9. Sentence          Dibahas di Semantic (the study of meaning)
  10. Discourse

Kita akan membahas cabang-cabang linguistik tersebut di postingan selanjutnya, silahkan cari di kolom search dengan judul cabang-cabang tersebut.

Nah, saya kira itu saja yang bisa saya bagikan mengenai introduction to linguistics, kalau ada hal-hal yang sekiranya salah, atau mungkin agan-agan punya pertanyaan, saran dan kritikan, bisa langsung tinggalkan komen di kolom bawah ini ya, jangan lupa kasih ratting ya gan :D Terimakasih, semoga bermanfaat :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar